Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
September 20, 2021 10:36 pm

Tinjau Pembangunan Bandara Karadiri, Bupati Isaias: Program Prioritas Bidang Perhubungan Terealisasi

Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP didampimngi Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, S.IP., MM, dan Kepala Dinas Perhubungan, Alfius Douw, S.Sos., saat memberikan keterangan Pers kepada awak media di lokasi pembangunan Bandar Udara “Douw Aturure” di Karadiri, Distrik Wanggar Nabire, Senin, (18/01/21). Foto: Humas dan Protokol Setda Nabire.

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP Didampimngi Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, S.IP., MM, Kepala Dinas Perhubungan, Alfius Douw, S.Sos., Kepala Bappeda, Michael  Danomira, S.STP., Kepala Bagian Humas dan Protokol, Yermias Degei, S.Pd; serta Kepala Bandar Udara Nabire meninjau langsung proses pengerjaan Bandar Udara “Douw Aturure” di Karadiri, Distrik Wanggar Nabire, Senin, (18/01/21).

Kepada awak media di sela-sela kunjungannya, Bupati Isaias mengatakan, pembangunan Bandar Udara “Douw Aturure” Karadiri adalah salah satu dari tiga program prioritas di bidang perhubungan di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

“Kami ada 14 program prioritas. Khusus di bidang perhubungan ada tiga program prioritas, yaitu pembangunan Bandar Udara “Douw Aturure” Karadiri, Pengembangan Pelabuhan Penumpang dan Pelabuhan Konteiner. Pengembangan pelabuhan penumpang sudah selesai. Pelabuhan konteiner awalnya direncanakan di Nusi tetapi karena di Nusi setelah disurvey ada batu karang sehingga kapal tidak bisa masuk maka kami sudah satukan dengan pelabuhan penumpang di Samabusa. Kedua program ini sudah selesai dikerjakan. Jadi, hari ini, saya datang ke bandara baru ini untuk melihat dan memastikan proses pengerjaannya,” kata Bupati Isaias.

“Bandar Udara “Douw Aturure” Karadiri ini awalnya dibangun dengan menggunakan APBD, mulai dari penimbunan, pembebasan lokasi serta penyiapan dokumen lainnya. Semua ini telah menelan biaya sekitar 145 milyar. Waktu itu, saya berpikir bahwa apabila dibangun dengan APBD maka bandara ini akan memakan waktu lama. Oleh karena itu, saya bertemu Kementerian Perhubungan berkali-kali agar bandara Nabire ini menjadi perhatian atau menjadi asset nasional untuk kepentingan pelayanan di wilayah tengah Papua,” kata dia.

Dijelaskan Isaias lebih lanjut, “Sambil proses lobi kepada Kementerian Perhubungan dan Bappenas, secara lisan maupun secara tertulis, saya juga meminta agar Presiden Joko Widodo  datang ke Nabire melihat langsung. Puji Tuhan, permintaan saya dikabulkan oleh Presiden Jokowi. Dia datang ke Nabire dan salah satu tujuan kunjungannya adalah Bandar Udara “Douw Aturure” Karadiri. Pada saat itu, di hadapan para menteri saya sampaikan agar bandara menjadi perhatian presiden. Presiden langsung respon dan perintahkan kepada Kepala Bapennas dan Menteri Perhubungan agar Bandara Nabire menjadi asset nasional dan harus selesai tahun 2019. Tetapi karena Indonesia banyak bencana maka ditunda tahun 2020. Kemudian, tahun 2020 ada pandemi Covid-19 maka ditunda lagi tahun 2021. Jadi, sekarang proses pembangunan sudah dimulai. Targetnya, akhir tahun ini, 1,6 KM (1.600 meter) akan selesai dibangun. Kita harapkan akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022 pesawat sudah bisa mendarat.”

Ditambahkan Isaias, “Jadi, terminal penumpang dan segala fasilitas akan selesai dibangun tahun 2021 ini. Nanti ke depan atau tahun berikutnya tinggal tambah sisa 1 KM (1000 meter) sehingga kita tidak perlu lagi transit ke Biak atau Jayapura. Pemerintah daerah dan masyarakat wilayah Papua Tengah bisa langsung ke Makassar dan Jakarta.”

“Jadi, dengan dimulainya proses pembangunan bandara ini, maka tiga program prioritas saya dan Wakil Bupati di bidang perhubungan telah terjawab. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Nabire atas dukungannya. Semoga dengan kehadiran Bandar Udara “Douw Aturure” Karadiri, pelabuhan penumpang dan pelabuhan konteiner ini pembangunan di wilayah tengah Papua akan semakin maju dan berkembang ke depan. Sehingga, wilayah kita juga sama dengan wilayah Indonesia lain,” harap Bupati Isaias.

Isaias menambahkan, “Dari 14 program prioritas kami, semua sudah selesai, yaitu stabilitas keamanan daerah sudah dirasakan oleh masyarakat dan sejumlah program prioritas lainnya sudah dilaksanakan termasuk bandara ini. Sekarang tinggal satu, yaitu Pemekaran Provinsi Papua Tengah. Kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama Papua Tengah akan hadir. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat.”

Kepala Dinas Perhubungan, Alpius Douw, S.Sos menambahkan, “Proses perjuangan pembangunan Bandar Udara “Douw Aturure” Karadiri memakan proses yang panjang tetapi akhirnya atas perjuangan Pak Bupati dan Wakil Bupati, kini akan diselesaikan oleh Kementerian Perhubungan tahun 2021 ini. Jadi, tahun ini runway akan dikerjakan sepanjang 1,6 KM, termasuk sisi darat akan dikerjakan semua. Sisa 1 KM, kami pemerintah daerah akan terus berkoordinasi sehingga tahun 2022, semua selesai sehingga pemerintah dan masyarakat bisa menikmati penerbangan langsung ke luar Papua dari Nabire tanpa harus transit di Biak, Timika atau Jayapura.” (humas.nabirekab.go.id)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.