Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 20, 2020 2:20 pm

Per 11 September 2020: Kumulatif 100 Kasus Covid-19 di Nabire, 2 di Antaranya Meninggal

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan seluruh Gugus Tugas Covid-19 saat pemulangan pasien belum lama ini di RSUD Nabire. Foto: humas.nabirekab.go.id
Bupati Isaias: “Jangan Anggap Remeh, Semua Wajib Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19”

 

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, Jumat (11/9/20) kepada humas.nabirekab.co.id mengatakan, kasus terkonfirmasi postif Covid-19 di Kabupaten Nabire  per 11 September 2020 telah menembus angka 100. Dari angkat tersebut, sebanyak 53 orang telah dinyatakan sembuh, sebanyak 45 orang sedang dalam perawatan/isolasi, dan 2 pasien telah meninggal dunia.

Dijelaskan Sayori,  dua orang yang telah meninggal dunia adalah Hj. Suwarno Majid pada tanggl 29 Agustus 2020 dan Ny. Siti Aminah pada 10 September 2020. Keduanya telah dimakamkan dengan menerapkan Protokol Covid-19.

Sayori menambahkan, tim medis juga telah menetapkan 19 orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien sehingga segera  dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui status mereka.

Berkenaan dengan peningkatan kasus postif dan 2 kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Nabire ini, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP menegaskan bahwa Covid-19 ini tidak kelihatan dengan mata tetapi nyata ada dan mematikan.

“Covid ini nyata ada, banyak orang meninggal, Nabire sudah 2 kasus. Ini bukan tipu-tipu. Semua manusia kena, tidak pilih-pilih. Awal-awal banyak orang di Nabire bilang, pemerintah tipu-tipu. Sampai sekarang banyak orang Papua mengatakan penyakit ini tidak kena orang Papua. Harus ingat, tidak ada penyakit yang pilih-pilih manusia,” kata Bupati Isaias.

Data Grafis Covid-19 di Kabupaten Nabire, per 11 September 2020

Isaias menegaskan, “Jangan anggap remeh. Jangan anggap biasa. Kita sekarang sudah masuk pada kehidupan normal baru. Itu artinya,semua kebiasaan kita harus berubah. Dulu kita keluar rumah tidak pakai masker, sekarang wajib pakai masker. Dulu kita tidak cuci tangan, sekarang kita harus cuci tangan setiap saat. Dulu, setiap ketemu teman dan orang lain berjabat tangan atau pelukan tetapi sekarang tidak. Dulu kita bebas ke mana saja, ikut kegiatan yang kumpulkan banyak orang tetapi sekarang kita hindari kerumunan. Dulu tidak ada sabun dan air cuci tangan di depan rumah atau kantor tetapi kini harus sediakan Inilah yang yang kita sembut dengan kehidupan normal baru yang wajib diterapkan oleh semua ini.”

“Jangan anggap biasa, ini soal nyawa manusia. Orang-orang yang sudah sekolah, terpelajar harus menjadi contoh, jelaskan kepada masyarakat kita. Selain patuh pada protokol masyarakat juga harus berkebun manfaatkan lahan yang ada,” ajak Bupati Isaias.

“Saya akan segera keluarkan aturan wajib masker. Kalau ada yang langgar, ada sangsi. Saya akan turunkan Pol PP dan kepolisian. Ini masalah kematian, ini masalah kemanusiaan. Kita semua harus kerja sama atasi ini sebelum terlambat. Saya akan tegas, saya harus lakukan ini untuk lindungi masyarakat saya di Kabupaten Nabire,” kata Isaias. (humas.nabirekab.go.id)

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.