Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 21, 2020 1:55 pm

Kumulatif 118 Kasus Covid-19, Lima di Antaranya Meninggal Dunia, Bupati Nabire:  Semua Wajib Taat Protokol Kesehatan

Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP di ruang kerjanya belum lama ini. Foto: Humas.nabirekab.go.id

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP mengatakan, hingga 16 September  2020, secara kumulatif  kasus Covid-19 di Kabupaten Nabire telah mencapai angka 118 dan 5 orang di antaranya telah meninggal dunia.

“Kami telah menerima laporan resmi dari tim medis bahwa kasus Covid-19 secara keseluruhan di Kabupaten Nabire sudah mencapai 118 kasus per 16 September 2020. Kasus meninggal juga sudah bertambah menjadi 5 kasus,” kata Bupati Isaias,  sore tadi.

“Tenaga medis dan seluruh gugus tugas sejak awal hingga saat ini terus bekerja keras memutus mata rantai dan mereka yang meninggal telah dirawat maksimal tetapi tidak tertolong. Kami sangat kehilangan orang-orang terbaik, para tokoh penting di Nabire. Kita doakan agar amal bakti mereka diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Bupati Isaias.

Bupati Isaias menekankan, “Covid tidak pilih-pilih orang, orang Jawa ka, orang Papua ka, semua kena kalau tidak patuh pada protokol kesehatan. Ini bukan kami tipu-tipu. Ini nyata ada tetapi tidak bisa lihat dengan mata, hanya alat yang bisa deteksi. Awal-awal  dan hingga saat ini  banyak orang di Nabire bilang pemerintah tipu-tipu. Ada yang bawa-bawa ke masalah politik.  Kalau tipu, berdosa, ini masalah nyawa, masalah kemanusiaan. “

“Harus piker baik-baik baru bicara. Sampai sekarang banyak orang Papua mengatakan penyakit ini tidak kena orang Papua. Harus ingat, tidak ada penyakit yang pilih-pilih manusia. Saya selalu sampaikan, jangan anggap remeh. Jangan anggap biasa. Kita sekarang sudah masuk pada kehidupan normal baru. Itu artinya,semua kebiasaan kita harus berubah,” kata Isaias.

Data Grafis Kasus Covid-19 di Kabupaten Nabire, per  16 September 2020

“Dulu kita keluar rumah tidak pakai masker, sekarang wajib pakai masker. Dulu kita tidak cuci tangan, sekarang kita harus cuci tangan setiap saat. Dulu, setiap ketemu teman dan orang lain berjabat tangan atau pelukan tetapi sekarang tidak. Dulu kita bebas ke mana saja, ikut kegiatan yang kumpulkan banyak orang tetapi sekarang kita hindari kerumunan. Dulu tidak ada sabun dan air cuci tangan di depan rumah atau kantor tetapi kini harus sediakan Inilah yang yang kita sembut dengan kehidupan normal baru yang wajib diterapkan oleh semua ini,” kata Isaias.

“Mama-mama Papua itu paling kepala batu. Saya turun langsung ke pasar jelaskan tetapi  mereka usir saya. Mereka bilang penyakit itu tidak akan kena mereka. Sekarang ini, hampir semua orang Papua itu anggap biasa. Memang sebelum kena itu kita anggap biasa. Saya minta tolong, tolong jangan kepala batu. Ini berbahaya, ikuti protokol,” pinta Isaias.

“Jangan anggap biasa, ini soal nyawa manusia. Semua orang harus menjadi contoh bagi yang lain,  saling ingatkan. Selain patuh pada protokol masyarakat juga harus berkebun manfaatkan lahan yang ada. Kita akan krisis pangan dan krisis keuangan ke depan,” ajak Bupati Isaias.

Diketahui, dari 118 kasus terkonfirmasi, 5 pasien dinyatakan meninggal dunia, 53 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 61 lainnya masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Nabire.

Sebanyak 61 pasien yang dirawat, 44 pasien di antaranya berasal dari kabupaten Nabire, 14 pasien berasal dari kabupaten Paniai dan 3 pasien berasal dari kabupaten Deiyai. (humas.nabirekab.go.id)

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.