Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 20, 2020 3:42 pm

Kemenhan Paparkan Program Cadangan Logistik Strategis di Nabire

Kolonel Laut, Drs. Muhaimin, S.Sos., MH (baju putih) saat mempresentasikan Program Cadangan Logistik Strategis Nasional di Aula Setda Nabire, Selasa (15/09). Foto: HN/IST

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Analis Kebijakan Pertahanan Daerah,  Kementrian Pertahanan, Kolonel Laut, Drs. Muhaimin, S.Sos., MH mempresentasikan Program Cadangan Logistik Strategis Nasional kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire, di Aula Sekda Nabire, Selasa (15/09).

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati Nabire, Amurulla Hasyim, S.IP., MM dan dihadiri oleh Kepala Dinsa Pertanian, Perwakilan dari Bappeda dan sejumlah perwakilan OPD. 

“Program Cadangan Logistik Strategis tersebut diadakan atas kesepakatan bersama sejumlah petinggi negara dan Keputusan Presiden terkait program ini sedang disiapkan.  Program tersebut diberikan kepercayaan penuh kepada Kementrian Pertahanan. Kami diperintahkan langsung oleh Menteri Pertahanan, Bapak Prabowo Subianto untuk langsung turun ke daerah untuk mengajak kerja sama dengan setiap kabupaten/kota yang mau mengembangkan potensi Singkong dan Padi,” kata Muhaimin usai memberikan penjelasan tentang program tersebut kepada Pemerintah Daerah Nabire,” kata Muhaimin.

Dijelaskan Muhaimin, program Cadangan Logistik Strategis akan dilakukan di seluruh Indonesia, kecuali Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dua daerah ini tidak memiliki lokasi.

Oleh karen itu, pemerintah pusat melalui Kementrian Pertahanan membuka ruang untuk seluruh kabupaten/kota untuk menyediakan lokasi untuk mengembangkan penanaman singkong dan padi.

Muhaimin yang ditunjuk sebagai pencari lahan di provinsi Papua itu menjelaskan program tersebut sudah diterima baik sejumlah kabupaten, di antaranya kabupaten Jayapura, Keerom, Asmat, Mappi, Mamberamo Raya dan hari ini sedang sampaikan kepada Nabire.

Program tersebut, kata Muhaimin, akan bekerja sama sejumlah kementrian, seperti Kementrian Pertahanan, Kementrian PUPR, dan Kementrian Pertanian dan BUMN.

“Tujuan dari program tersebut tentu semata-mata hanya untuk mengangkat derajat hidup masyarakat. Apalagi, satu tahun terakhir kita semua dilanda Covid-19. Jika program ini jalan, terutama singkong, akan sangat bermanfaat skali,” katanya.

Untuk di Nabire, jelas Muhaimin, jika Pemda Nabire menyediakan lahan yang kosong, pihaknya akan mendorong untuk menanam singkong dan padi. Dan, tentunya akan didorong untuk pendirian industri dari hasil tersebut. Agar, kelak bisa bermanfaat bagi semua warga yang nantinya terlibat dalam program tersebut.

Untuk tenaga kerja, pertama yang akan dikerjakan oleh TNI. Setelah itu akan diserahkan kepada PT Agrinas untuk penanaman yang ada di bawah kementrian pertahanan.

“Selanutnya dalam pengelolaan dalam bentuk industri di pabrik adalah putra/i daerah setempat akan direkrut sesuai UU NO 23 tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan yang berusia 18-35 tahun. Mereka akan direkrut dari Kodam, Kodim dan Koramil. Setelah itu, para pemuda/i yang telah direkrut ini akan dididik bela negara selama 4 bulan. Lalu, mereka akan dikembalikan dibentuk brigade, batalyon,  dan kompi,” urai Muhaimin

Lanjutnya, “Jadi, tenaga kerjanya adalah putra/i daerah sendiri. Untuk tanah akan menjadin lahan pertanian adalah kerja sama antara Pemda dan Kementrian Pertahanan yang dalam hal ini PT Agrinas.”

Jadi, setelah semua berjalan dengan baik, Pemda akan mendapatkan pajak dari hasil tersebut. Ke depan juga akan tumbuh sentra-sentra industri perekonomian yang baru.  (humas.nabirekab.go.id/PK33)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.