Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 21, 2020 4:58 pm

Sekda Nabire Lepas Ratusan Mahasiswa Meepago ke Papua Barat

Sekertaris Daerah (Sekda), Daniel Maipon, S.STP saat melepas 116 pelajar dan mahasiswa yang melanjutkan studi di Papua Barat di halaman kantor Bupati Nabire, Rabu (12/08) pagi. Foto: humas.nabirekab.go.id

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Sekertaris Daerah (Sekda), Daniel Maipon, S.STP melepas 116 pelajar dan mahasiswa yang melanjutkan studi di Papua Barat di halaman kantor Bupati Nabire, Rabu (12/08) pagi.

Pelepasan mahasiswa ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan Bupati Meepago pada  16 Juli 2020 di kantor Bupati Nabire yang memutuskan bahwa berkenaan dengan belum dibukanya akses transportasi udara, luat dan darat akibat Pandemi Covid-19, maka transportasi untuk pelajar SMA/SMK/MA dan mahasiswa lanjutan yang akan  melanjutkan pendidikan di luar wilayah Meepago akan difasilitasi oleh para Bupati Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya).

Sebanyak 116 pelajar dan mahasiswa tersebut diberangkatkan menggunakan angkutan darat, sebanyak 10 mobil.  Pelepasan ini adalah yang ketiga kalinya setelah sebelumnya Ketua Asosiasi Bupati Meepago, Isaias Douw, S.Sos.MAP melepas 300 mahasiswa menggunakan pesawat udara sebanyak 5 flight dan sebanyak 600 lebih mahasiswa menggunakan dua kapal laut bertujuan ke Jayapura.

Baca juga: Kesepakatan Bupati Meepago Fasilitasi Pelajar/Mahasiswa Diapresiasi

Dalam arahannya, saat melepas 116 pelajar dan mahasiswa tersebut, Sekda Maipon yang didampingi Kepala BPBD Nabire, Viktor Fun, S. Sos., M.Si dan sejumlah pejabat lain, mengatakan, pelajar dan mahasiswa asal wilayah Meepago adalah aset masa depan karena itu para Bupati Meepago memfasilitasi transportasi untuk pergi studi.

“Dalam perjalanan ke Manokwari, kami minta kepada seluruh mahasiswa harus taati arahan dan bimbingan dari para pendamping Pemda dan Sat Pol PP Nabire. Harus baku jaga. Jangan ada gerakan yang merugikan diri sendiri dan kelompok,” pesan Maipon

“Setelah selesai studi bisa pulang membawa hasil yang baik demi membangun Papua dari daerah di wilayah Meepago dan lebih khusus buat keluarga masing-masing,” kata Maipon.

Sebagai bekal perjalanan, jelas Maipon, Pemda telah membekali pelajar dan mahasiswa sejumlah bahan makanan dan minuman yang nantinya akan dikonsumsi bersama.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori menjelaskan, semua pelajar dan mahasiswa telah dilakukan Rapid test Covid-19 dan hasilnya, semua non reaktif. “Kita sudah rapid, semua aman, non reaktif,” kata dr. Frans Sayori.

Steny Manufandu, salah satu mahasiswa asal Universitas Papua (Unipa) yang ikut berangkat mengaku senang walaupun mereka menunggu dalam waktu yang lama dan sempat kecewa.

“Puji Tuhan dan syukur karena pemerintah bisa tanggung kami biayai dan fasilitasi kami kembali ke Manokwari. Yang pasti, kami senang skali hari ini kami bisa kembali ke kota studi. Kami bangga dan senang sekali kepada pemerintah wilayah Meepago yang telah fasilitasi kami bisa kembali ke kota studi,” katanya bangga.

Mama Grace Aronggear yang mengantar anaknya juga mengaku senang dan bangga. Karena, dengan adanya fasilitasi kendaraan yang telah disediakan pemerintah wilayah Meepago ini bisa kembali ke kota studi

“Sebagai seorang mama, saya cukup senang skali. Walaupun, kami tunggu dalam waktu yang lama tapi syukur Puji Tuhan, hari ini anak saya bisa ke Manokwari,” katanya. (humas.nabirekab.go.id/PK33)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.