Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 20, 2020 3:40 pm

Nabire Bersiap Buka Kembali Sekolah

Ilustrasi siswa belajar di sekolah - Pixabay.com

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Dinas Pendidikan bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nabire menggelar inspeksi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah. Keputusan akhir dari hasil inspeksi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Bupati Nabire.

“Kami sudah tiga hari turun ke lapangan (menginspeksi sekolah). Setiap SMP dan SMA/SMK akan kami datangi,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Nabire Yulianus Pasang saat dihubungi melalui telepon, Jumat (31/7/2020).

Berdasarkan inspeksi mereka, sebagian besar sekolah telah siap memulai kembali aktivitas belajar mengajar secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Mereka di antaranya telah menyiapkan wadah pembilas tangan di setiap kelas dan merenggangkan jarak bangku siswa.

“Pembagian (pengaturan) bangku sudah disesuaikan (direnggangkan). Jika biasa terdapat 30 bangku di kelas, sekarang dikurangi menjadi 15 bangku. Jaraknya (antarbangku) minimal 1 meter,” ujar Pasang.

Dia mengatakan mereka masih melihat perkembangan terakhir hingga hari ini, sebelum menerbitkan rekomendasi pelaksanaan aktivitas belajar mengajar kepada setiap sekolah. Jika belum menerapkan protokol kesehatan, sekolah yang bersangkutan tidak bakal mendapat rekomendasi tersebut.

“(Lingkungan) sekolah juga harus selalu bersih, dan tidak boleh ada (buka) kantin sehingga setiap siswa harus membawa bekal (makanan dari rumah). Aktivitas belajar hanya berlangsung selama empat jam (sehari), dan siswa maupun guru wajib mengenakan masker,” jelas Pasang.

Selain itu, lanjutnya guru harus memantau aktivitas siswa untuk memastikan mereka tetap menjaga jarak fisik dan tidak bertukaran bangku kelas. Setelah bubaran sekolah, setiap siswa harus dijemput orangtua masing-masing. Kemudian, setiap ruang kelas wajib didisinfeksi, sebelum digunakan lagi pada keesokan hari.

Pasang menambahkan rencana pembukaan kembali aktivitas pendidikan di sekolah berdasarkan petunjuk kepala daerah, sekaligus mengakomodasi aspirasi para orangtua dan wali murid. “Berdasarkan koordinasi (konsultasi) dengan orang tua siswa, mereka menginginkan sekolah dibuka kembali. Mereka bilang, anak-anak (para siswa) bosan (karena kelamaan) di rumah.”

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covidd-19 Nabire Frans Sayori menyatakan hasil inspeksi mereka akan dilaporkan kepada kepala daerah. Jika sekolah dianggap layak untuk menyelenggarakan model pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19, bupati akan menerbitkan surat keputusannya.

“Secara umum sekolah-sekolah sudah siap menerapkan protokol kesehatan sehingga mereka bisa melaksanakan kembali aktivitas belajar mengajar (secara tatap muka). Namun, kami mesti melapor terlebih kepada kepala daerah. Selanjutnya, menunggu (bupati menerbitkan) surat keputusan pelaksanaannya,” kata Sayori. (humas.nabirekab.go.id/jubi.go.id)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.