Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 21, 2020 4:40 pm

Viral: Puluhan Anak Peluk Daniel Alexander, Ada Apa?

PENDETA Evangelist Daniel Alexander adalah sosok di balik video viral anak-anak Papua yang mengerubungi seorang pria untuk meminta pelukan. Foto: /Instagram/indonesiavoice_

Tanggal, 18 Juli 2020, www.pikiran-rakyat.com merilis berita berjudul, “Mengenal Daniel Alexander, Sosok Viral yang Dipeluk Puluhan Anak Didiknya di Nabire Papua”.

Berita tersebut ditulis menyusul sebuah video berdurasi kurang dari satu menit tiba-tiba menjadi viral di media sosial.

Di dalam rekaman itu, terlihat seorang pria Tionghoa dikerubungi anak-anak sesaat turun dari mobilnya.
Semua bocah yang diketahui berasal dari Papua berebutan untuk bisa memeluknya hingga benar-benar kewalahan.

Video ini diunggah ulang dan menjadi viral salah satunya pada akun Instagram @indonesiavoice_ pada Kamis 16 Juli 2020.

Postingan tersebut sudah ditayangkan hingga 72.176 kali di akun tersebut pada Sabtu 18 Juli 2020.
Ternyata, sosok yang dipeluk itu adalah Pendeta Daniel Alexander yang membangun Sekolah Pesat Nabire.
Anak-anak yang mengerubunginya adalah murid sekolah berasrama tersebut.

Dalam situs miliknya, Daniel merupakan sosok kelahiran Surabaya 22 Maret 1956 dan telah menjadi pendeta sejak 1972.

Ia baru pindah ke Kota Nabire, Papua awal dekade 1990-an dengan niat membangun sekolah.

Daniel mendirikan sekolah asrama dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sekolah itu diklaim terbuka bagi anak-anak Papua tanpa memungut uang sepeser pun.

Berdasarkan situs sekolah pesat-nabire.org, pendeta bergelar evangelist ini memulai niatnya bersama Yayasan Pesat Salatiga.

Mereka awalnya mendirikan SMA di Wamena, namun kesulitan karena banyak yang kurang terdidik sejak dini.
Akhirnya ia pindah ke Nabire karena dirasa lebih cocok dan mudah diakses dibanding Wamena.

Mulai 1995, Ev. Daniel bersama Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Nabire membangun TK Anugerah Terpadu.

Namun, TK tersebut kemudian diserahkan secara penuh kepada PWKI Nabire.

Daniel sendiri mendirikan TK asrama di Kelurahan Kalibobo, Nabire bernama TK Agape Terpadu.
Sekolah ini diklaim mendidik anak-anak secara holistik atau menyeluruh mulai dari intelektual, moral hingga perkembangan fisik, termasuk gizi mereka.

Pendirian sekolah berlanjut ke SD, SMP hingga SMA, bahkan rencananya akan terdapat pendidikan tingkat lanjut.

Sayangnya, banyak keterbatasan yang dinilai menghambat pendirian perguruan tinggi di sana. (www.pikiran-rakyat.com/humas.nabirekab.go.id)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.