Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 29, 2020 5:33 pm

Kesepakatan Bupati Meepago Fasilitasi Pelajar/Mahasiswa Diapresiasi

Pelajar/Mahasiswa Meepago melakukan pendaftaran. Foto: humas.nabirekab.go.id

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Dalam rangka pencegahan, pemgendalian, dan penanggulangan corona virus disease 2019 (COVID-19) di wilayah Meepago, para Bupati Meepago (Bupati Nabire, Bupati Dogiyai, Bupati Deiyai, Bupati Paniai, dan Bupati Intan Jaya) telah mengadakan rapat untuk membicarakan penanggulangan Pandemi COVID-19 di wilayah Meepago pada 16 Juli 2020 di kantor Bupati Nabire dan menyepakati dua hal.

Pertama, akses transportasi udara ditutup kembali selama dua minggu kedepan terhitung hari ini, Kamis, 16 Juli 2020. Akses transportasi laut dan darat tetap mengikuti keputusan sebelumnya sambil mengikuti perkembangan COVID-19. Kedua, para pelajar yang telah tamat SMP dan SMA/SMK/MA dari wilayah Meepago (Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Intan Jaya) yang hendak melanjutkan studi di luar Kabupaten Nabire akan difasilitasi oleh para Bupati Meepago.

Kebijakan ini diapresiasi sejumlah pihak. Salah satunya dari Koordinator Forum Cinta Pengkaderan Papua (FCPP), Alexsander Pekei, S.STP.

“Saya memberikan apresiasi kepada Asosiasi BUpati Meepago (Bupati Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya) yang mengambil sejumlah langkah terkait dengan penanggulangan Covid-19 di wilayah Meepago, terutama terkait dengan kesepakatan memfasilitasi transportasi udara dan laut bagi pelajar/mahasiswa Meepago yang ingin kuliah di luar Meepago,” kata Alexsander Pekei, Jumat (17/7).

“Para bupati ini telah mengambil langkah-langkah  yang memudahkan para generasi muda Papua untuk bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang ada di luar wilayah Meepago. Karena, saat ini sedang memfasilitasi adik-adik wilayah Meepago untuk daftar di sejumlah sekolah kedinasan dan mereka harus segera berangkat,” kata Pekei.

Apresiasi juga disampaikan oleh salah satu orang tua siswa, Geraldus Agapa.

“Saya berikan apresiasi untuk para Bupati. Kalau mereka tidak sediakan pesawat dan kapal dua anak saya tidak bias lanjut kuliah di Jayapura karena pasti terlambat daftar karena transportasi ditutup,” kata Agapa.

Geraldus menjelaskan, “Memang kami orang Meepago senang transportasi ditutup supaya virus corona tidak masuk. Karena itu, saat mereka tutup saya pikir anak-anak mau pergi ke Jayapura dan Jawa tapi sekarang mereka sudah biayai pesawat dan kapal untuk anak kami. Kami senang,” kata Agapa.

Salah satu siswa yang telah lulus sekolah kedinasan, Fitria kepada humas.nabirekab.go.id menuturkan, pihaknya senang dengan keputusan yang diambil para bupati Meepago.

“Saya awalnya bingung harus pergi ke Jayapura. Tapi, para bupati sudah sediakan kami kapal dan pesawat jadi untung saya bisa lanjut kuliah. Terima kasih juga karena kami naik pesawat tidak bayar lagi,” kata Fitria.

Vena Yeimo, salah satu mahasiwi yang akan wisuda di salah satu perguruan swasta di Jayapura mengungkapkan ucapan terima kasih kepada para bupati Meepago.

“Kalau para bupati Meepago  tidak siapkan kami pesawat dan kapal maka saya dan teman-teman tidak bisa ikut wisuda. Saya bersyukur dan terima kasih sudah mengerti kami anak-anak,” kata Yeimo.

Salah satu mahasiswa Universitas Cenderawasih, Anton Kapisa menuturkan, ”Kalau para Bupati tidak fasiitasi pesawat dan kapal, saya pasti terlambat ujian skripsi. Tapi, syukurlah sudah fasilitasi jadi saya akan ikut ujian skripsi.” ** (humas.nabirekab.go.id)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.