Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 21, 2020 4:33 pm

Dinkes Nabire Akan Distribusikan Kelambu Malaria

Penanggungjawab Malaria Bidang Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Nabire-Papua, Yenice Derek, saat mengawasi pembongkaran kelambu dari kontainer – Jubi/Titus

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire-Papua melalui Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), dalm waktu dekat akan mendistribusikan kelambu malaria ke 32 puskesmas yang tersebar di daerah ini.

“Kami sudah membahas persiapan pembagian kelambu kemarin (Kamis, 30 Juli 2020). Jadi (kelambu akan) segera didistribusikan,” jelas Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Nabire, dr Frans Sayori, di Nabire-Papua, Jumat (31/7/2020).

Sayori menambahkan mengingat letak geografis 32 puskesmas tersebut, pendistribusian kelambu perlu direncanakana dengan matang. Ada puskemas yang lokasinya di pulau, ada yang bisa dijangkau melalui jalan darat, dan ada yang harus menggunakan transortasi udara.

“Jadi (kita) sangat perlu duduk bersama untuk membicarakan (hal ini), terutama puskesmas yang ada di pedalaman seperti Distrik Dipa dan Menou, agar dalam pelaksanaannya nanti bisa berjalan dengan lancar,” tutur Sayori.

Sayori yang juga Juru bircara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire ini, mengatakan jatah kelambu yang diterima dari pusat hanya sampai ke Dinas Kesehatan setempat dan dibiayai oleh pusat. Sementara untuk sampai kepada masyarakat bukan lagi tanggung jawab pusat atau kementerian.

“Untuk itu kami sudah menghadap pimpinan daerah, mudah-mudahan ada solusinya agar distribusi terutama ke puskesmas yang sulit jangkauan bisa teratasi,” kata Sayori.

Jumlah kelambu anti malaria yang diterima Dinkes Nabire-Papua sebanyak 1.647 bal/karung. Satu karung berisi 50 buah. Total ada 82.350 buah kelambu anti malaria. Jumlah tersebut akan didistribusikan ke 15 distrik dan 82 kampung.

“Jatah per kampung tergantung jumlah penduduk, sebab dihitung berdasarkan kelompok tidur dalam satu keluarga, dengan hitungan satu kelambu untuk dua orang,” jelas penanggungjawab Malaria, Bidang P2P, Dinkes Nabire, Yenice Derek.

Untuk penyalurannya, Yenice menjelaskan Dinas Kesehatan akan mendistribusikan ke puskesmas dan petugas puskesmas yang akan menentukan titik-titik distribusi berdasarkan wilayah kerjanya.

“Puskesmas yang menentukan tempatnya, lalu Dinas (Kesehatan) akan mengantar sampai ke tujuan. Nanti mereka (puskesmas) yang salurkan ke warga masyarakat. Tanggung jawab kami sampai ke titik yang ditentukan,” jelasnya.

Yenice menambahkan angka malaria di Kabupaten Nabire-Papua sejak Januari hingga Juni 2020, adalah sembilan per 1.000 penduduk. Artinya, dalam 1.000 orang terdapat sembilan yang sakit malaria.

“Kami harap tahun ini tidak meningkat. Angka ini sudah turun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berkat sosialisasi yang terus menerus dilakukan,” lanjut Yenice Derek.

Dinkes Nabire mengimbau agar masyarakat memiliki gerakan pasang kelambu agar terbebas dari malaria. Dengan tidur menggunakan kelambu akan mengurangi risiko terkena malaria.

Ia juga mengatakan tidak masalah jika orang tidak mau menggunakan kelambu. Yenice menyarankan kelambu bisa dibuka dan diletakkan di dekat pintu kamar. Dengan seperti itu, nyamuk akan hinggap akan mati karena aroma insektisida dan jarak terbangnya tidak jauh.

“Karena kelambu ini berinsektisida jadi nyamuk pasti akan mati. Aman untuk manusia. Ini gratis, maka harus dihargai,” imbuh Yenice Derek. (humas.nabirekab.go.id/jubi.go.id)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.