Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 28, 2020 5:20 am

Dampak Pandemi Covid-19, Nabire Pangkas Target PAD

Deretan kios pedagang di Nabire

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID –  Badan Pendapatan Daerah Nabire mengoreksi target pendapatan asli daerah atau PAD pada tahun ini. PAD semula ditargetkan sebesar Rp35 miliar, tetapi kemudian diubah menjadi Rp18 miliar.

“Targetnya diubah akibat pandemi Covid-19. Para wajib pajak meminta keringanan (relaksasi kewajiban) dengan alasan pendapatan usaha mereka tidak lancar (selama pandemi Covid-19),” kata Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nabire Ganis Komarianto, Kamis (18/6/2020).

Ganis mengaku tidak bisa memaksakan kehendak dalam menuntut kewajiban pelunasan pajak. Sebaliknya, mereka harus berlaku bijak dalam menyikapi kondisi akibat dampak pandemi tersebut.

“Kami memberi keringanan kepada wajib pajak yang belum mampu melunasi kewajiban. Misalnya, PBB (pajak bumi dan bangunan), waktu penagihan (jatuh temponya) diundur dari September menjadi Oktober,” jelas Ganis.

Bapenda Nabire juga menghapus ketentuan denda dalam keterlambatan pembayaran pajak. Pelunasannya pun bisa diangsur.

Namun, Ganis berharap setiap wajib pajak berlaku jujur dalam melaporkan kondisi keuangan usaha masing-masing. Jangan mengaku usahanya tutup atau merugi akibat dampak pandemi Covid-19 padahal masih memiliki pemasukan walaupun seret.

Ratna, seorang pemilik rumah makan mengaku usahanya baru dibuka kembali sekitar dua pekan lalu, setelah hampir tiga bulan ditutup. Pendapatan mereka saat ini masih seret.

“Pengunjung (pembeli) masih belum ramai. Kami mungkin akan meminta keringanan kepada Bapenda agar pajak bisa dicicil atau ada alternatif (keringanan) lain,” kata Ratna. (jubi.go.id)

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.