Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 21, 2020 3:57 pm

Angka Kematian Akibat Covid-19 Nihil di Nabire

Ilustrasi/Ist

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Nabire masih merawat sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, terdata sebanyak 22 pasien positif Covid-19 di Nabire, tetapi 13 di antaranya telah dinyatakan sembuh oleh tim medis.

“Dari 22 pasien positif (Covid-19), 13 orang dinyatakan sembuh sehingga dipulangkan dari rumah sakit (RSUD Nabire). Jadi, angka kesembuhan Covid-19 mencapai 55% di Nabire,” kata Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Nabire Frans Sayori, saat jumpa pers, Senin (22/06/2020).

Sayori melaporkan terdapat sebanyak 95 orang dalam pengawasan (ODP) di Nabire, tetapi jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) nihil. Dia juga melaporkan belum pernah ada kasus kematian akibat Covid-19 di kabupaten tersebut.

“Secara epidemologi, Kabupaten Nabire berada pada zona kuning. Kasus positif (pasien Covid-19) masih ada, tetapi tingkat kesembuhannya cukup baik (relatif tinggi),” jelasnya.

Walaupun begitu, gugus tugas setempat terus mengiatkan pelacakan (tracing), isolasi, dan uji cepat (rapid test) terhadap warga berisiko tinggi terpapar korona. Mereka menargetkan memeriksa sebanyak 500 warga dalam uji cepat masif setiap Selasa.

Menurut Sayori, uji cepat telah menjangkau sekitar 3.550 orang di Nabire. “Fokus penanganan kami ialah orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien positif (Covid-19). Jika hasil rapid test menyatakan reaktif, yang bersangkutan akan menjalani swab test (uji usap).”

Merujuk kepada hasil akhir pemeriksaan medis, penyebaran virus korona juga masih relatif terkendali di Nabire. Dari puluhan orang yang dinyatakan reaktif sewaktu uji cepat, ternyata tidak semua terinfeksi korona, setelah diperiksakan di laboratorium medis.

“Trennya cukup baik. Dari sekian ribu yang di-rapid test, ada puluhan orang dinyatakan reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan swab TCM (tes cepat molekuler), hanya satu yang terbukti positif (Covid-19),” jelas Sayori. (jubi.go.id)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita lainnya

Salah satu aspek penting dalam pembangunan tanah Papua adalah informasi yang benar, jujur, dan obyektif, yang diperoleh melalui mekanisme yang benar dan diperoleh dari sumber yang kompeten dan kredibel serta jika dipublikasikan maka dipublikasikan melalui media jelas alamat redaksinya, ada boks redaksi di medianya, dan wartawannya jelas nama dan orangnya.” Yermias Degei, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire.