Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Oktober 28, 2020 6:42 am

Siaran Pers

Tanggal :

Nomor Surat :

Diterbitkan oleh :

008/GTC-NBX/IV/2020

Selasa, 28 April 2020, bertempat di Aula Setda Kabupaten Nabire, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori secara resmi mengumumkan bahwa per 28 April 2020, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Nabire telah bertambah dari sebelumnya 3 kasus positif menjadi 16 kasus positif Covid-19.

Per 28 April 2020, 16 Kasus Positif Covid-19 di Nabire, Ini Langkah Pemerintah Daerah

HUMAS.NABIREKAB.GO.ID – Selasa, 28 April 2020, bertempat di Aula Setda Kabupaten Nabire, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori secara resmi mengumumkan bahwa per 28 April 2020, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Nabire telah bertambah dari sebelumnya 3 kasus positif menjadi 16 kasus positif Covid-19.

Dijelaskan Sayori, pada tanggal, 24 April 2020, Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nabire telah mengirimkan 38 sampel swab test Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 3 sampel kasus positif Covid-19 ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Provinsi Papua.

“Berdasarkan hasil PCR (Polymerase Chain Reaction) atas swab test yang dikirim ke Litbangkes Provinai Papua tersebut telah menunjukkan hasil bahwa dari 38 swab test tersebut, 13 ODP dinyatakan positif terpapar Covid-19, dan 1 dari 3 pasien positif sebelumnnya dinyakan negatif,” kata Sayori..

Dengan demikian, kata Sayori, “Total per 28 April 2020 adalah 13 kasus positif baru ditambah 3 pasien positif yang lama jadi menjadi 16 kasus positif secara komulatif. Atas hasil pemeriksaan PCR tersebut, 1 dari 3 pasien telah dinyatakan negatif/sembuh, maka kasus positif saat ini berjumlah 15 kasus positif covid-19 dan 1 kasus sembuh.”

“Dari 15 orang ini, 2 orang sedang dirawat di RSUD dengan kondisi ringan sedang. Sementara 13 orang lainnya berada di tempat isolasi khusus di Sanoba dan di Girimulyo karena belum ada gejala. Tim Gugus Tugas terus memantau setiap saat dan memastikan mereka dalam kondisi aman, sehat dan tidak melakukan aktivitas di luar dari tempat isolasi,” kata dokter Sayori.

Kemudian, kata Sayori, sebanyak 22 ODP yang dinyakan negatif yang saat ini sedang diisolasi akan tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar negatif Covid-19.

“Tim Gugus Tugas saat ini sedang bekerja untuk mendata, mengisolasi, dan melakukan rapid test dan swab test kepada semua pihak, keluarga dan semua yang telah kontak dengan mereka yang telah positif. Hasilnya akan kita kirim ke Jayapura dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kami minta semua pihak mendukung kerja tim dengan tetap tinggal di rumah, jaga jarak, pakai masker kalau keluar rumah, jaga kondisi tubuh dengan makanan sehat dan olahraga,” kata Sayori.

Apa Langkah Pemerintah Daerah Nabire?

Menyikapi kondisi ini, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP menggelar rapat bersama Forkopimda Kabupaten Nabire (Ketua DPRD, Kapolres, Dandim) difasilitasi Pj. Sekretaris Daerah, dan ikut hadir para Asisten, dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 untuk membicarakan sejumlah langkah menyusul kenaikan kasus positif covid-19 di Nabire.

Sejumlah langkah yang diambil antara lain:

Pertama, sebanyak 22 ODP yang dinyatakan negatif tidak dibebaskan langsung tetapi diwajibkan melakukan isolasi selama 14 hari sampai benar-benar tidak menunjukkan gejala dan dinyatakan sembuh total.

Kedua, kepada seluruh keluarga dan semua yang telah berkontak dengan pasien diteruskan masa isolasi dan kebutuhan sembako dijamin pemerintah dan dilakukan rapid tes dan swab test.

Ketiga, perketat pengamanan, pelayanan makanan dan kontrol petugas medis kepada warga yang telah positif yang sudah diisolasi. Pengamanan dilakukan oleh aparat Polri dan TNI untuk memastikan agar mereka yang positif tidak keluar dan berkontak dengan keluarga atau pihak lain serta meningkatkan patroli kepatuhan warga atas edaran Bupati Nabire.

Keempat, diperintahkan kepada seluruh Puskesmas agar beberapa hari ke depan memantau, mendata dan melaporkan perihal warga yang menunjukkan gejala Covid19 atau perihal kontak dengan para warga yang positif kepada Gugus Tugas. Hal ini dilakukan untuk melihat atau mendeteksi kemungkinan persebaran kasus Covid19 di Kabupaten Nabire untuk membuat kebijakan selanjutnya, yakni kemungkinan penerapan pembatasan sosial skala besar di Kabupaten Nabire.

Kelima, besok, Rabu, 29 April 2020, dikonfirmasi bahwa alat kesehatan yang telah dipesan oleh pemerintah daerah Nabire akan tiba di bandar udara “Douw Aturure” Nabire menggunakan pesawat Cassa milik TNI angkatan udara dengan berat 1,3 ton.

Kelima, masyarakat Kabupaten Nabire ikut membantu tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Nabire dengan mematuhi himbauan/edaran pemerintah daerah. Melaporkan diri di Puskesmas atau kepada gugus tugas apabila memiliki riwayat kontak dengan warga yang telah positif. Juga, kepada seluruh masyarakat agar tetap tinggal di rumah, jaga jarak, hindari kerumunan, mengonsumsi makanan bergizi, tetap gotong royong, serta percepat pembuatan posko di tiap kmpung/kompleks.

Keenam, percepat pendataan oleh dinas sosial dan pembuatan posko tiap kampung untuk berbagai kepentingan antara lain untuk penyaluran sembako bagi masyarakat.

Ketujuh, tetap menutup semua akses masuk ke Nabire baik lewat darat, laut dan udara. Jika kedapatan akan diambil tindakan tegas dan kendaraan yang tumpangi akar diledakkan. ***

Nabire, 28 April 2020

 

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire

Ttd

Yermias Degei

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email