Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
September 23, 2021 2:47 pm
" />

Gugus Tugas Covid-19 Nabire Akan Gelar Gebyar Vaksin di Kantor Bupati, 9 Juli 2021

" />

Covid-19 Meningkat di Nabire, Ini Keputusan Rapat Gugus Tugas Bersama Stakeholders

" />

Sukseskan PSU Pilkada Nabire, 28 Juli 2021: Ini Pemintaan Pj Bupati Kepada Semua Pihak

" />

Corona Melonjak, Jadwal Libur dan Cuti Bersama Disesuaikan Lagi

" />

Pastikan Kamtibmas Jelang PSU, Wakapolda Papua Kunjungi Nabire

" />

Penjabat Bupati Nabire Launching “Gerakan Nabire Bersih”

" />

Penjabat Bupati Nabire, dr. Anton Tony Mote Pimpin Operasi Ketupat Matoa 2021

" />

Pemkab Nabire Anggarkan Rp30 M untuk PSU

" />

Penjabat Bupati Nabire Pimpin Apel Gabungan Perdana Bersama ASN

" />

Penjabat Bupati Nabire Gelar Rapat Akbar Bersama ASN dan Penyelenggara Pilkada

Humas Nabire TV

WEBINAR- SAGU TERAKHIR SA PUNYA

07.09.2021
Papua, salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi sagu terbesar, bahkan terluas di dunia. Pada 2012, luas lahan sagu 771.716 hektare atau sekitar 85 persen dari luas hutan sagu nasional. Sagu hanya satu dari sekian banyak sumber daya alam di Papua yang terus berkurang seiring dengan semakin banyaknya proyek pembangunan berkedok investasi yang merusak lingkungan, Penelitian yang dilakukan Asia Justice and Rights (AJAR) dan Papuan Women’s Working Group (PWG)di provinsi Papua dan Papua Barat, dengan melibatkan 100 perempuan adat Papua mengkonfirmasi bahwa hak atas tanah adat terus diabaikan dalam berbagai proyek pembangunan perkebunan dan pertambangan. Hutan Papua sebagai ibu bagi masyarakat Papua, akan mengalami keterancaman karena merupakan sasaran terdepan untuk perluasan komoditas-komoditas perkebunan, terutama yang diproduksi untuk kebutuhan ekspor. Mau tau bagaimana Perempuan Papua menghadapi Investasi lahan berskala masif, menyingkirkan dan merebut masa depan kehidupan anak-anak Papua? Hutan adalah pertahanan pangan terakhir, sekaligus hidup. Hutan yang menyediakan segala kebutuhan, termasuk pangan dan air. Kami memangkur sagu, kami menanam, berkebun, kami yang mencari tanaman obat, kami berburu. Hutan, tanah dan air kitong punya. Saksikan dalam webinar “Sagu Terakhir Sa Punya’’ besok Selasa, 7 September 2021 pukul 16:00 -18:00 WIB bersama: - Beyum Baru (Pegiat Perempuan Adat & Ekonomi Kreatif) - Rasela Melinda (Peneliti Yayasan Pusaka Bentala Rakyat) - Abdur Arsyad (Komerian dan Aktor) -Sun D (Musisi Hip Hop Papua) Live di Youtube Greenpeace Indonesia dan Redaksi Jubi, @papuaitukita , atau kamu juga bisa bergabung langsung dengan mendaftarkan diri kamu ke bit.ly/saguterakhirsapunya #PapuanLivesMatter #BersamaPapua #savepapuaforests #RebuildIndonesia
219
21
0

Jelang PON Papua XX Tahun 2021

31.08.2021
306
15
0

Membongkar Akar Rasisme dalam Pusaran Konflik Papua

19.08.2021
1055
80
8

Nyanyian Nurani Tanah Papua

12.08.2021
997
88
3
Load more...